Mendapati tikus berkeliaran di rumah mungkin saja membuat sobat tidak nyaman, tidak hanya karena suara gaduh, kotoran, serta rusaknya perabotan tetapi juga kemungkinan penyakit yang dibawanya. Aneka cara dicoba, termasuk penggunaan alat-alat listrik berbasis gelombang atau frekuensi yang sering dikenal alat alat ultrasonik. Namun, seberapa efektifkah alat pengusir tikus ultrasonik itu?
Sebenarnya, untuk mengetahui efektif tidaknya alat pengusir tikus ultrasonik ini, kita perlu terlebih dahulu memahami cara kerjanya. Ultrasonik pada dasarnya adalah teknologi yang memanfaatkan bunyi suara ultrasonik frekuensi tinggi, yaitu 35.000 Hz, yang hanya dapat didengar oleh hewan ordo rodentia, termasuk tikus, namun tidak dapat didengar oleh manusia karena manusia hanya dapat mendengar suara dengan frekuensi 20.000-25.000 Hz.
Alat ultrasonic ini memunculkan suara ultrasonik yang membuat tikus merasa tidak nyaman layaknya manusia yang mendekatkan telinganya pada sirene yang berbunyi sangat keras. Mendengar suara ini, tikus akan merasa gerah, tidak dapat menyesuaikan diri, dan pasti tidak merasa nyaman. Otomatis, tikus akan enggan mendekati area yang tercover suara berfrekuensi tinggi tersebut.
Nah, pertanyaannya, mengapa alat pengusir tikus ultrasonic ini kadang terasa tidak efektik? Jawaban sederhananya sebenarnya terletak pada kemampuan tikus dalam beradaptasi dengan lingkungan yang asing, termasuk suara ultrasonik tersebut. Pada saat pertama kali mendengar, tikus mungkin saja langsung lari terbirit-birit, namun pada kesempatan kedua dan seterusnya, mereka mulai kebal dengan suara-suara tersebut.
Jadi pada kesimpulannya, alat pengusir tikus ultrasonik seperti ini akan efektif jika mampu mengeluarkan suara dengan frekuensi yang berbeda-beda yang membuat tikus susah beradaptasi. Adakah alat seperti itu? Silahkan cek di pasaran. Semoga bermanfaat. Salam.
