Showing posts with label Seputar Tikus. Show all posts
Showing posts with label Seputar Tikus. Show all posts

Saturday, May 30, 2015

Bahaya dan Obat Penyakit Kencing Tikus

Penyakit kencing tikus atau sering disebut leptospirosis memang membahayakan namun dengan perhatian dan perawatan yang tepat, bahaya yang lebih besar dapat dicegah. Berikut informasi seputar gejala, bahaya, dan obat penyakit kencing tikus yang harus kita ketahui.

Penyakit kencing tikus atau sering disebut leptospirosis juga dikenal sebagai demam canicola, demam ladang tebu, dan demam 7-hari. Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1886 oleh Adolf Weil sehingga disebut juga sebagai penyakit atau sindrom Weil. Kuman leptospira dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Bahkan leptospira juga bisa bertahan di tanah yang lembap, tanaman, maupun lumpur dalam waktu lama. 

Bahaya dan Obat Penyakit Kencing Tikus

Kuman leptospira ini dapat 'berenang' di air sehingga bisa menginfeksi kaki manusia yang sedang terluka. Leptospira juga bisa menginfeksi seseorang melalui makanan atau minuman. Umumnya laporan orang yang terkena leptospirosis terjadi setelah banjir.

Penyakit kencing tikus umumnya ditularkan melalui kotoran dan kencing tikus. Gejala atau shympton penyakit kencing tikus ini mulanya menyerupai gejala flu biasa, yakni demam tinggi, sakit kepala, menggigil, dan nyeri. Pada tahap lebih lanjut, shympton penyakit kencing tikus adalah muncul gejala berupa muntah, sakit kuning, nyeri perut, diare dan ruam. 

Tanda penyakit kencing tikus ini umumnya terjadi selama seminggu. Jika jangkitan penyakit kencing tikus ini tidak diperhatikan dan ditindaklanjuti dengan perawatan yang tepat maka akan menyebabkan infeksi, dan pada tahap selanjutnya akan dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, meningitis, gangguan pernapasan hingga kematian. Sedemikian bahaya penyakit kencing tikus ini maka kehati-hatian dan kecermatan sangat penting.

Mengkonsumsi antibiotik atau berobat ke klinik terdekat merupakan cara yang perlu diambil untuk mengobati demam kencing tikus atau penyakit leptospirosis ini, tetapi alangkah lebih baik jika kita melakukan pencegahan agar terhindar dari derita penyakit ini. Adapun secara medis, obat-obatan untuk menangani penyakit kencing tikus ini umumnya berupa antibiotik seperti enicillin G, amoxicillin, ampicillin, erythromycin, tetracycline, doxycycline dan cephalosporins.

Agar terhindar penyakit kencing tikus, hal pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan lingkungan. Kita dapat memulainya dengan melindungi diri, yaitu memakai sarung tangan dan sepatu bot ketika melakukan pembersihan tersebut. Tempat penampungam air harus ditutup dengan baik agar terhindar dari kontaminasi kotoran tikus. Kita perlu menghindari pencemaran yang disebabkan oleh tikus dengan cara menjaga kebersihan diri sendiri, tempat tinggal, dan lingkungan agar tikus enggan berlama-lama tinggal dan menyebarkan penyakit.

Itulah gejala, bahaya, dan obat penyakit kencing tikus yang harus kita ketahui. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Jadi, pastikan lingkungan sobat bersih dari tikus. Lakukan secara rutin agar binatang yang sangat bandel ini dapat pergi jauh dari rumah sobat. Semoga bermanfaat. Salam.

Monday, March 16, 2015

Bahaya Terbesar Akibat Tikus, Leptospirosis

Keberadaan tikus di rumah memang cukup membahayakan karena binatang pengerat ini dapat membawa beragam risiko, baik bagi rumah itu sendiri, perabotan, hingga penghuninya. Cukup banyak kejadian yang disebabkan oleh tikus, dari rusaknya perabotan hingga kebakaran, bahkan bahaya terbesar akibat tikus, Leptospirosis

Gejala leptospirosis sebagai salah satu bahaya terbesar yang diakibatkan oleh tikus tersebut sebenarnya hampir sama dengan Demam Berdarah yaitu:
  • Suhu badan panas selama 2-10 hari, 
  • menggigil, 
  • sakit kepala dan otot pada betis serta mata tampak merah atau kekuning-kuningan.

Bahaya Terbesar Akibat Tikus, Leptospirosis

Sebenarnya, apa Itu Lestospirosis?

Leptospirosis sesungguhnya tergolong penyakit hewan yang bisa menjangkiti manusia juga, atau disebut zoonosis, disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia dan dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Tetapi dalam air laut, selokan dan air kemih yang tidak diencerkan akan cepat mati.

Cara penularan bahaya terbesar akibat tikus, Leptospirosis yaitu:
Manusia terinfeksi leptospira melalui kontak dengan air, tanah atau tanaman yang telah dikotori oleh air seni hewan yang menderita leptospirosis. Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (mukosa) mata, hidung, kulit yang lecet atau atau makanan yang terkontaminasi oleh urine hewan terinfeksi leptospira. Masa inkubasi selama 4 - 19 hari.

Adapun gejala klinis bahaya terbesar akibat tikus, Leptospirosis yaitu:
Stadium Pertama: Demam menggigil, Sakit kepala,Malaise, Muntah, Konjungtivitis, Rasa nyeri otot betis dan punggung, Gejala-gejala diatas akan tampak antara 4-9 hari 
Stadium Kedua:Terbentuk anti bodi di dalam tubuh penderita, Gejala yang timbul lebih bervariasi dibandingkan dengan stadium pertama, Apabila demam dengan gejala-gejala lain timbul kemungkinan akan terjadi meningitis, Stadium ini terjadi biasanya antara minggu kedua dan keempat.

Nah, agar terhindar dari bahaya terbesar akibat tikus, Leptospirosis, kita bisa melakukan beberapa langkah sebagai berikut:
  • Membiasakan diri dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 
  • Menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus. 
  • Mencucui tangan dengan sabun sebelum makan. 
  • Mencucui tangan, kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah bekerja di sawah/ kebun/sampah/tanah/selokan dan tempat-tempat yang tercemar lainnya. 
  • Melindungi pekerja yang berisiko tinggi terhadap leptospirosis (petugas kebersihan, petani, petugas pemotong hewan, dan lain-lain) dengan menggunakan sepatu bot dan sarung tangan. 
  • Menjaga kebersihan lingkungan 
  • Membersihkan tempat-tempat air dan kolam renang. 
  • Menghindari adanya tikus di dalam rumah/gedung. 
  • Menghindari pencemaran oleh tikus. 
  • Melakukan desinfeksi terhadap tempat-tempat tertentu yang tercemar oleh tikus 
  • Meningkatkan penangkapan tikus.
Demikian sekilas tentang bahaya terbesar akibat tikus, Leptospirosis. Seperti kata pepatah "Mencegah lebih baik daripada mengobati" maka akan jauh lebih tepat jika kita mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memerangi tikus secara frontal. Mari saling berbagi informasi. Salam.

Thursday, March 12, 2015

Aneka Penyakit Berbahaya Akibat Tikus

Mayoritas dari kita tidak menyukai keberadaan tikus, baik karena membuat lingkungan tak sedap akibat kotorannya, rusaknya perabotan akibat gigitannya, maupun karena risiko penyakit yang mungkin saja dibawa binatang pengerat ini. Nah, khusus pada alasan yang terakhir, pada postingan kali ini, kami ingin menyajikan aneka penyakit berbahaya akibat tikus. 

Sebagai binatang yang biasa hidup di tempat-tempat kotor dan pengap, tikus menjadi penyebab dari beberapa penyakit berbahaya yang sebenarnya dapat kita hindari jika kita mampu menjaga lingkungan tetap bersih. Sebagai informasi yang mungkin saja berguna bagi sobat sekalian, berikut beberapa penyakit yang disebarkan oleh tikus, yang diantaranya adalah: 

Pes 
Pes kadang tidak hanya menginfeksi tikus-tikus besar, namun juga tikus rumahan yang ukurannnya lebih kecil. Kontak penyakit terjadi bukan karena gigitannya, namun melalui kutu yang ada pada bulu-bulunya. Wabah pes akan berakibat fatal jika sampai pada terjadinya infeksi pada manusia.

Salmonella 
Salmonella juga menjadi salah satu penyakit berbahaya yang dibawa oleh tikus. Penyakit ini menyebar ke manusia melalui kontak dengan kotoran tikus, terutama melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi. Selain manusia, penyakit ini juga kadang menyerang hewan peliharaan.

Tifus
Tifus merupakan penyakit yang ditularkan dari tikus melalui gigitan kutu. Meski dapat diobati dengan antibiotik, tetapi penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada orang tua atau orang yang kondisi kesehatannya lemah. Gejala penyakit ini seperti muntah, demam, sakit kepala, dan batuk.

Leptospirosis 
Penyakit ini dapat menyerang manusia, mamalia lain, dan juga pada burung, amfibi, maupun reptil. Penyakit ini ditularkan melalui urin atau air mani tikus yang terkontaminasi dan terjadi kontak dengan mata, selaput lendir, atau kulit yang rusak. Gejala dari penyakit ini seperti flu (muntah, demam , mialgia, sakit kepala intens), dan fase yang lebih serius dapat menyebabkan meningitis, kerusakan hati, gagal ginjal, hingga kematian.

Cacing pita 
Cacing pita ini dapat menyebar ke manusia yang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dengan kotoran tikus (atau ketika tangan hanya dikotori oleh kotoran dan tidak dicuci sebelum makan). Parasit ini menetas dalam usus di mana mereka tumbuh dan berkembang biak.

Itulah beberapa penyakit berbahaya akibat tikus yang perlu kita ketahui. Mencegah lebih baik daripada mengobati sehingga cara terbaik untuk terhindar dari berbagai penyakit yang dibawa tikus tersebut adalah dengan menjaga rumah atau lingkungan kita dari binatang pengerat kecil ini. Selamat mengusir tikus. Salam. 

Monday, April 29, 2013

Bau-Bau Yang Tidak Disukai Tikus

Tikus memiliki kelebihan yang jarang dimiliki binatang lain, yakni indera penciuman yang sangat tajam. Dengan kelebihan ini, tikus mampu mendeteksi aneka macam bau dari tempat yang cukup jauh. Menariknya, kita justru dapat memanfaatkan kelebihan ini untuk mengusir mereka, yakni dengan menyebar bau-bau yang tidak disukai tikus.

Bau-Bau Yang Tidak Disukai Tikus
Apa saja bau-bau yang tidak disukai tikus? Nah, ini permasalahannya. Tidak semua orang mengetahui bau-bau seperti apa yang dapat membuat tikus enggan mendekat. Namun demikian, dari pengalaman mereka yang pernah berusaha keras mengusir tikus, berikut bau-bau menyengat yang dapat kita manfaatkan untuk mengusir tikus:

  • Bau Minyak Kayu Putih
  • Bau Tembakau
  • Bau Sirsak
  • Bau Cengkeh
  • Bau Durian
  • Bau Merica
  • Bau Mint
  • Bau Kopi
Itulah beberapa contoh bau-bau yang tidak disukai tikus. Memanfaatkan aroma yang cukup menyengat dari beragam bahan tersebut dapat dilakukan dengan menebarnya di tempat-tempat yang yang sering menjadi jalan atau tempat bersembunyi tikus-tikus rumah yang membandel. Kadang, agar bau lebih tahan lama, bahan-bahan yang menjadi sumber dari bau-bau tersebut ditumbuk halus dan dicampur dengan minyak. 

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa sebagian dari bau-bau yang tidak disukai tikus tersebut juga sering tidak disukai oleh anggota keluarga, seperti bau durian serta minyak kayu putih. Untuk itu, pemanfaatan aneka macam bau tersebut harus memperhatikan kenyamanan, keamanan, serta kebersihan lingkungan. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. 

 
Powered by Blogger.